in ,

Baju Tradisional Jepang yang Beragam, Unik, dan Berbagai Daya Tariknya

Setiap negara selalu memiliki baju tradisional tak terkecuali Jepang. Baju Tradisional Jepang merupakan baju yang unik dengan nilai kesopanan yang tinggi.Baju Tradisional milik Negara Jepang ternyata memiliki jenis yang beragam. Selain jenisnya yang beragam masing-masing memiliki keunikan tersendiri.

Berikut Baju Tradisional Jepang dengan Beragam Keunikannya

1. Kimono

Baju Kimono Jepang

Kimono adalah jubah yang panjang berasal dari sutra. Kimono dipakai oleh laki-laki dan perempuan. Laki-laki Jepang memakai kimono warna hitam atau warna coklat sederhana. Namun desain yang berbeda dengan kimono perempuan. Perempuan yang memiliki status perkawinan berbeda perempuan yang belum menikah. Selain itu usia, jenis serta simbolnya juga berbeda dengan lainnya. Akan tetapi jika pergi ke pemakaman laki-laki dan perempuan memakai kimono warna hitam. Kimono pada musim dingin juga berbeda karena bahannya dari kain wol.

2. Yukata

Kimono cenderung merupakan Baju Tradisional Jepang yang formal. Nah sedangkan Yukata merupakan kimono namun versi santai. Yukata digunakan warga Jepang ketika setelah mandi. Pemandangan ini akan sering anda lihat di penginapan-penginapan di Jepang. Umumnya yukata berguna untuk mendinginkan tubuh pemakai. Bahan yukata terbuat dari kain contohnya kapas.

3. Nagajuban

Adalah jubah yang menyerupai kimono namun hanya dipakai di bagian bawah kimono. Nagajuban digunakan untuk menghindari tersentuhnya kulit dengan sutra kimono. Sutra akan lebih sulit dibersihkan Tepian kerah nagajuban yang akan terlihat dari luar kimono. Untuk urusan kebersihan biasanya nagajuban ditutupi.

4. Haori

Haori adalah pakaian longgar. Bentuknya seperti mantel yang panjangnya selutut. Mantel semacam ini awalnya dikenakan oleh laki-laki saja. Namun lebih lanjut digunakan oleh perempuan juga. Haori digunakan sebagai mantel pelindung kimono. Fungsinya untuk menjaga kebersihan kimono.

5. Hakama

Hakama merupakan rok lebar yang bentuknya rok kaki panjang. Rok ini digunakan sebagai atasan kimono. Sering kali hakama digunakan oleh para samurai. Digunakan untuk menghindari mata lawan saat terjadi pergerakan kaki. Dulunya digunakan oleh laki-laki saja, namun sekarang digunakan perempuan juga.

6. Obi

Obi adalah sabuk yang dipakai oleh laki-laki dan perempuan. Seringkali Obi digunakan untuk menyembunyikan beberapa sabuk atau ikat pinggang lain yang ada di bawah. Ikatan simpul obi bisa bermacam-macam bentuknya. Makna simpul ternyata menimbulkan arti yang berbeda. Zaman nenek moyang menganggap bahwa simpul berguna untuk menjaga pemakai dari roh-roh jahat. Selain sebagai sabuk obi digunakan juga dalam seragam bela diri. Warna obi akan menunjukkan tingkatan bela diri seseorang.

7. Obiage

Obimakura merupakan bantal yang menutupi simpul obi. Kain yang menutup Obimakura disebut sebagai Obiage. Obiage di Jepang bisa menunjukkan status perkawinan seseorang. Wanita yang menggunakan Obiage secara terbuka berarti belum menikah. Sedangkan perempuan yang menutupi Obiagenya merupakan perempuan yang telah menikah. Penyembunyian Obiage ini disebut sebagai semi-discretely.

8. Obijime

String yang diikat pada simpul obi disebut sebagai Obijime. Bahan string dibuat dari kain tenun, satin serta sutra. Obi panjangnya sekitar 150-160 cm. Bahan dan simpul yang berbeda bisa digunakan dalam kimono yang berbeda. Obijime bisa diberi perhiasan yang disebut sebagai Obidome. Obidome dan Obijime biasanya dikenakan dalam kesempatan yang sama. Keduanya akan terlihat serasi dengan lebar dan panjang yang bervariasi pula.

Baju Tradisional Jepang bentuknya beragam dan juga memiliki keunikan tersendiri. Jenis dan manfaat dari masing-masing baju juga berbeda-beda. Untuk memahami berbagai baju tradisional di Negeri Sakura anda perlu datang langsung ke Jepang. Agar selain puas melihat langsung bentuknya anda akan merasa puas bisa mengetahui makna yang terkandung dalam setiap bajunya.

Berikan poin

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.