in ,

8 prosesi unik adat pernikahan di Jepang

Hampir disemua negara memiliki adat tersendiri dalam pernikahannya termasuk negara Jepang, adat pernikahan di jepang ini bernama shinto. Semua orang tentunya akan melewati masa pernikahan yang akan ditempuh dengan upacara adat dinegara masing-masing. Disetiap negara pula memiliki keunikkan sendiri ketika melangsungkan pernikahan. Adat shinto memiliki dampak besar bagi budaya dan tradisi masyarakat jepang tersendiri karena dianggap unik.

Upacara adat pernikahan di jepang ini pribadi, hanya dihadiri oleh keluarga dan kerabat terdekat saja dan diadakan ditempat yang suci. Jika nantinya akan mengundang kerabat yang lain atau saudara jauh maka akan diundang pada acara resepsinya. Beragam tradisi yang ada tentunya harus selalu dilestarikan agar adat ini tidak punah. Kami akan memberikan info mengenai adat pernikahan di Jepang.

Adat Pernikahan di Jepang

Jika anda ingin mempersunting orang jepang, atau mungkin anda ingin mengenal lebih jauh mengenai budayanya. Anda perlu mengetahui informasi dari kami mengenai adat pernikahan di jepang. Berikut adalah beragam 8 prosesi adat pernikahan di jepang :

1. Bersuci

Bersuci
Bersuci. Source: splurk.wordpress.com

Sebelum melangsungkan pernikahan, calon pengantin yang akan dinikahkan disucikan terlebih dahulu oleh pendeta shinto. Yang bertujuan agar pernikahan ini berjalan dengan bersih dan suci bagi pengantin.

2. San-san Kudo

San-san Kudo
San-san Kudo. Source: Kagoshima Love!

Adat selanjutnya yaitu dimana pengantin wanita dan pria akan menghirup sake seperti anggur yang terbuat dari fermentasi beras secara bergantian. Mereka menghirup 9 kali dari 3 cangkir yang telah disediakan.

3. Mengucap Janji Suci

Mengucap Janji Suci
Mengucap Janji Suci. Source: Rosetta Stone

Setalah menghirup sake mereka akan mengucapkan ikrar pernikahan. Kedua mempelai saling berhadapan untuk mengucapkan janji suci. Jika setelah mengucapkan janji tersebut, maka keluarga dan kerabat terdekat akan menuangkan sake. Yang memiliki arti bersatunya ikatan pernikahan.

4. Sesaji

Acara ini ditutup dengan memberikan sesaji yaitu pohon keramat yang diberikan kepada dewa shinto. Yang bertujuan untuk mengusir roh jahat dengan cara dibersihkannya, memberikan doa dan persembahan kepada dewa.

5. Kulit Mempelai Wanita Dicat Putih

Kulit Mempelai Wanita Dicat Putih
Kulit Mempelai Wanita Dicat Putih. Source: Neil Witkin

Uniknya pada pernikahan adat jepang jika ingin melaksanakan pernikahan secara tradisional murni maka seluruh mempelai wanita harus dicat putih. Dari kepala hingga ujung kaki, karena melambangkan kesucian para dewa.

6. Menggunakan Topi Tsuno Kakushi

Topi Tsuno Kakushi
Topi Tsuno Kakushi. Source: maihanami.blogspot.com

Mempelai wanita akan diminta untuk menggunakan topi berwarna putih yang diberi nama tsuno kakushi yang memiliki arti menyembunyikan tanduk. Kemudian penutup kepalanya diberi ornamen kanzashi dibagian atasnya untuk mengindari egoisme terhadap ibu mertua. Kekurangan wanita harus ditunjukkan kepada keluarga mempelai pria sehingga dalam pernikahan ini tidak ada hal yang ditutupi. Penutup kepala yang ditempelkan ke kimono wanita melambangkan sebagai ketetepan hati agar menjadi istri yang patuh, lembut, sabar dan tenang.

7. Hiasan Wata Boushi

Hiasan Wata Boushi
Hiasan Wata Boushi. Source: Kyoto Kimono Rental

Hiasan ini merupakan hiasan tradisional yang dipilih oleh mempelai wanita diberi nama wata boushi. Hiasan ini memiliki arti bahwa wajah mempelai wanita harus ditutupi dan hanya mempelai pria saja yang tahu. Ini menunjukkan kesopanan dan kualitas dari gadis perawan.

8. Pengantin Pria Menggunakan Kimono Hitam

Menggunakan Kimono Hitam
Menggunakan Kimono Hitam. Source: anthropology2053.blogspot.com

Jika mempelai wanita menggunakan kimono putih, mempelai pria harus menggunakan kimono hitam selama upacara berlangsung. Ibu dari mempelai wanita, menyerahkan anak perempuannya dengan menurunkan tudung tersebut didampingi berjalan dengan sang ayah menuju pelaminan.

Masyarakat jepang mempercayai bahwa dengan mengikuti tradisi shido ini pasangan pengantin dan kedua keluarga telah dipersatukan secara rohani. Dalam prosesi pernikahan juga dilarang untuk mengucapkan kata berjauhan, berakhir, berpisah dan memotong. Masyarakat jepang juga melarang pemberian kado pernikahan berupa pecah bela karena dapat membuat  hubungan tersebut putus atau pecah belah. Sekian informasi dari kami mengenai adat pernikahan di jepang semoga info ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan anda mengenai budaya jepang itu sendiri.

Berikan poin

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.